TOLERANSI

Sebagai seorang muslim,… Sebenarnya ngeri sekali ketika mau tulis ini tulisan. Tapi apa boleh dikata lah. Saya sudah terlanjur ingin menulis sebuah tulisan yang saya beri tema TOLERANSI… Insya Allah bermanfaat bagi sahabat-sahabat Muslim…

Insya Allah nggak diragukan bahwa saya menghormati ummat kristiani. Sangat. Insya Allah. Sebab Allah&Rasul menyuruh saya untuk itu.

Dan dari kecil, saya diajarkan banget untuk respek. Dengan cara tidak mengganggu mereka yg beribadah merayakan natalnya.

Tapi kalo melihat segala atribut natal jadi “harus” dipakai oleh karyawan/karyawati muslim muslimah, ini bermasalah.

Karyawan2 yg saya tegur, menjawab parau: Ini peraturan. Sebagian menganggap nggak masalah. Pun kita juga nggak ada solusi pekerjaan.

Ini bukan soal biasa. Ini soal pembiasaan dan kebiasaan. Atribut satu agama, mencerminkan total agama itu. Ga bisa enggak.

Jika saya pengusaha, dan ada staff saya yg kristen, budha, hindu, saya akan izinkan mereka beribadah. Silahkan.

Beda dengan atribut2 Islam. Sebagiannya sangat mengindonesia. Peci, baju koko, kain…

Maaf ya buat kwn2 JIL, kwn2 liberal. Saya respek dan hormat. saat saya bisa bersanding dg penganut agama lain.

Bahkan saya duduk bareng, diskusi, makan bareng, dg banyak pemuka2 agama lain. Namun toleransi tidak harus sampai ke sana.

Terus terang saya prihatin. Ini dia kekuasaan dan ekonomi, kenapa saya bilang, berurusan juga dengan aqidah, iman…

Saya berdoa, agar saudara seiman, jadi pengusaha dan penguasa… Benar-benar jadi pengusaha dan penguasa…

Dan tunjukkan the beauty of Islam… Kepada dunia… Ramah, penyayang, melindungi, semua pemeluk agama. Tapi tetap tegas.

Pliss, nggak usah merasa harus memberi selamat. Jangan! Cukup saudara menghormati mereka beribadah dengan tidak mengganggu.

Untuk yang memakai atribut karena terpaksa, semoga Allah berikan pekerjaan yang lebih baik lagi. Tak apa, asal hati menolak.

Semua menunjukkan Islam sedang kalah. Kalah di semua bidang. Ampuni kami ya Allah, banyak tidurnya, banyak malesnya.

Sehingga kami jadi domba-domba yang “jutaan”, tp dikendalikan bak nggak punya otak dan otot. Menyedihkan. Tapi harus jadi motivasi.

Ada yang memaksakan diri untuk ikut menyambut natal, dengan menyetel lagu-lagu dll… Sekali lagi, nggak usah ikut-ikutan. Biasa aja!

Mari kita hormati secara proporsional aja. Salam hormat untuk semua muslim muslimah, mari hormati mereka, tapi bersikap tegas lah!

Advertisements
By Imam Bagus Mawardi Posted in Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s